9 Alasan Beli Bitcoin, Nomor 7 Bank Sentral Wajib Baca!

Brandom Quittem Penasihat Strategis di Swan Bitcoin memberikan 9 alasan untuk membeli Bitcoin di tahun ini. Nomor 7 bank sentral wajib baca!

Pertama, selama satu dekade terakhir, ROI (return on investment) Bitcoin meleji luar biasa sebesar 8,9 juta persen. Ini lebih besar dari aset manapun. Bitcoin jelas-jelas sudah melampaui indeks saham S&P 500, emas dan obligasi pemerintah yang hanya mampu memberikan imbal hasil 30 persen pada tahun ini.

Kedua, Bitcoin tumbuh subur di tengah ketidakpastian ekonomi dan kekacauan geopolitik. Merujuk kepada tahun 2020 yang penuh gejolak, seperti konflik AS–Iran, kebakaran hutan Australia dan pandemi COVID-19, Bitcoin cocok untuk kondisi ini agar nilai kekayaan lebih terlindungi. Tidak perlu membeli dalam jumlah banyak, cukup kecil saja dahulu.

BERITA TERKAIT  Bakkt Warehouse Sudah Terima Setoran Bitcoin, Harga Bitcoin Malah Anjlok

Ketiga, dunia semakin mengakui Bitcoin. Anggota Kongres AS Patrick McHenry tahun lalu mengatakan bahwa tidak ada yang bisa membunuh Bitcoin.

Keempat, investor besar mulai mendukung Bitcoin, seperti manajer dana lindung nilai Paul Tudor Jones III yang baru-baru ini membeli Bitcoin untuk melawan inflasi. Pendiri Social Capital Chamath Palihapitiya juga menganjurkan orang untuk investasi minimal 1 persen di aset kripto ini.

Keempat, Bitcoin adalah bentuk uang baru yang lebih “fair“, sebab mengusung kesetaraan dalam hal peluang. Sifat Bitcoin yang desentralistik berarti tidak ada pengelola pusat yang membuat kebijakan. Siapapun dapat berpartisipasi dalam sistem moneter Bitcoin, sehingga mencegah sistem uang pemerintah yang diskriminatif terhadap kaum miskin, minoritas, lansia dan disabilitas.

Kelima, pasokan (supply) Bitcoin hanya mencapai 21 juta BTC. Setiap empat tahun, mekanisme halving mengurangi penerbitan Bitcoin baru, memperlambat penambahannya sehingga semakin langka. Bitcoin sering dibandingkan dengan emas, tetapi tidak ada yang tahu persis suplai emas. Sementara pasokan Bitcoin diketahui dengan sangat pasti.

Keenam, hegemoni dolar AS tidak akan berlangsung selamanya. Sepanjang sejarah, mata uang cadangan dunia berubah-ubah, dan Bitcoin punya peluang besar menjadi mata uang cadangan berikutnya. Jika hal ini terjadi, harga Bitcoin akan meroket.

BERITA TERKAIT  Winklevoss: Harga Bitcoin Bisa Rp7,3 Miliar per BTC

Ketujuh, Bitcoin bertolak belakang dengan uang fiat yang bisa dicetak sesuka hati oleh bank sentral. Demi memerangi dampak pandemi COVID-19, Bank Sentral AS (The Fed) mencetak triliunan dolar. Kendati hasil awalnya tampak mendongkrak ekonomi AS, efek jangka panjang dari kebijakan tersebut bisa sangat merusak.

Kedelapan, Bitcoin sebagai sebuah evolusi alamiah dalam bentuk jaringan kecerdasan yang desentralistik. Contohnya dalam alam adalah mycelium, neuron, Internet dan kini Bitcoin. Bitcoin disebut akan bertahan lama layaknya fenomena alamiah.

Kesembilan, uang baik itu penting. Uang merupakan teknologi dasar yang membantu manusia mengatur masyarakat yang kompleks. Uang juga memungkinkan spesialiasi dan perdagangan yang memakmurkan semua orang. Dalam hal ini, Bitcoin adalah bentuk uang terbaik bagi manusia. [cryptopotato.com/ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO