Bloomberg: Harga Bitcoin Berpeluang Bull-Run Seperti Tahun 2015-2017

Bloomberg belum lama ini melaporkan hasil kajiannya yang bertajuk “Bitcoin Maturation Leap”. Salah satu nukilan di dalamnya disebutkan, bahwa Bitcoin saat ini bersiap-siap untuk bull-run alias naik tinggi secara besar-besaran seperti periode 2015-2017 yang sempat menghantarkan Raja Aset Kripto itu naik hingga US$19.783 pada 17 Desember 2017.

Kajian sepanjang 10 halaman itu juga menyebutkan, bahwa bull-run itu terkait dengan perubahan laju produksi Bitcoin alias pengurangan imbalan kepada penambang (Halving) dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block yang akan terjadi pada medio Mei 2020.

Bloomberg juga menyebutkan emas dan Bitcoin berkarakter sebagai aset lindung nilai, sebagai akibat dari gejolak pasar modal, dampak pandemi COVID-19.

Bitcoin dan emas juga sebagai ‘penerima manfaat utama’ dari stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disertai dengan anjloknya pasar saham,” jelas Bloomberg.

Pasar Berjangka Jinakkan Bitcoin
Bloomberg juga memastikan bahwa pasar derivatif Bitcoin (seperti futures, options, margin dan lain sebagainya-Red) turut “menjinakkan” volatilitas harga Bitcoin di pasar spot.

Namun, itu bukan berdampak negatif terhadap Bitcoin dalam konteks manipulasi. Tetapi, karena volatilitas dapat ditekan, maka bisa mendorong lebih banyak orang lagi untuk melakukan pembelian Bitcoin.

Volatilitas Bitcoin diperkirakan akan terus menurun, sama seperti sepanjang Oktober 2015 yang menandai awal dari pasar bullish. Tentu saja itu terjadi jika memang sejarah selalu berulang. [Cointelegraph/red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait