Kata Bung Dimaz

Menurut saya, argumen dan persepsi Pak Onno tidaklah keliru. Tetapi persepsi itu hanya tepat bagi para penjahat amatiran saja, yang tidak benar-benar punya kemampuan untuk membangun sebuah protokol untuk menghilangkan jejak hasil kejahatannya
Vitalik Buterin kerap dibanding-bandingkan dengan Satoshi Nakamoto, yang dipicu oleh kesuksesan Ethereum yang kini menguntit tepat di belakang Bitcoin di dalam daftar mata uang kripto paling bernilai di dunia. Tentu saja, ide tentang smart contract yang ditanam ke dalam mata uang kripto Ethereum membuat produk ini amat berjaya.
Selepas meluncurkan jaringan utam (mainnet) sendiri dan meninggalkan platform ERC-20, Tron memang dikenal sebagai platform yang amat menyerupai Ethereum. Tidak hanya dari segi fasilitas smart contract yang sama-sama menggunakan Solidity, namun juga ketersediaan fitur token, membuat Tron seolah-olah menjadi Ethereum versi kedua. Namun tentu saja ada perbedaan di antara keduanya. Jika di dalam Ethereum dikenal standar token ERC-20, maka di dalam Tron dikenal dua jenis token, yakni TRC-10 dan TRC-20. Keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda.
Keamanan siber yang semakin menjadi isu penting belakangan ini juga dapat memantik teknologi blockchain untuk dapat diterapkan di semua sektor ekonomi. Informasi transaksi keuangan mendapat jaminan ketersediaan (availability) dan integritas (integrity), tanpa adanya satu titik kelemahan (single point of failure). Jika menilik potensi solusi yang ditawarkan oleh teknologi blockchain, jika memang tidak dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan, maka keamanan siber dunia barangkali akan bermasa depan cerah!
Di masa depan kita bakal melihat kawin silang antara teknologi blockchain yang aman dengan cloud computing yang efisien. Blockchain dirancang sedemikian sehingga masing-masing node akan melakukan penghitungan yang berbeda-beda dan mengirim hasilnya ke blockchain pusat yang dikelola oleh beberapa node saja.
Di tengah kegalauan para pegiat jual-beli aset kripto yang kadang untung dan banyak kali menanggung rugi, Tron menyeruak. Lesatan harga yang jauh meninggalkan mata uang kripto tua macam Bitcoin dan Ethereum membuat banyak mata terbelalak. Justin Sun sedang menyinari pasar mata uang kripto.
Saat ini amat banyak ditemukan klaim para pengembang amatiran yang menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan blockchain baru, barangkali setelah sukses menyelenggarakan ICO. Namun, saya amat yakin bahwa mayoritas di antara mereka ini hanyalah sekedar menyalin dari sistem yang sudah ada dengan penyesuaian sebelumnya. Bikin blockchain itu tentu saja tidak mudah!
Dalam operasinya, pengelola bursa umumnya menggunakan dua jenis dompet aset kripto untuk masing-masing aset, yakni hot wallet dan cold wallet (meskipun saya tidak meyakini semua bursa melakukan hal yang sama, umumnya mereka selalu memiliki hot wallet).
PoW amatlah popular seiring makin terkenalnya bitcoin, sementara PoS hadir setelah berbagai kritik dan kecaman dialamatkan kepada para penambang bitcoin yang haus akan energi listrik. Lantas, apakah PoS adalah solusi?
Teknologi blockhain memang menarik. Tak sekadar dipakai untuk menjalankan mata uang kripto/aset kripto seperti Bitcoin, tetapi diharapkan mampu berkontribusi meningkatkan kapabilitas sistem elektronik di bidang-bidang lainnya.

10 BERITA TERKINI