Kepala CME: Suplai Tetap Bitcoin adalah Masalah

Kepala CME Group Terry Duffy mengutarakan alasan utama mengapa regulator lamban mengatur Bitcoin dan kripto, yaitu karena suplai Bitcoin yang tetap di angka 21 juta unit.

Duffy mengatakan, regulator berkeberatan dengan Bitcoin, sebab tidak menggunakan jasa perantara dan regulator. Selain itu, masalah utama yang dikeluhkan regulator soal kripto adalah suplainya yang tetap. Hal ini menjadikan total suplai 21 juta Bitcoin jauh berbeda dengan konsep suplai uang yang terus bertambah yang digunakan sistem moneter global. Sebab suplai Bitcoin tetap, kripto itu tidak cocok dalam paradigma fiat saat ini, jelas Duffy.

“Lebih baik kita memikirkan bagaimana kripto tetap ada, tetapi didukung oleh fiat, dan berkembang dari sana,” ucap Duffy dalam wawancara dengan Business Insider di International Futures Industry Conference di Florida, AS, awal bulan ini.

Namun, sifat Bitcoin sebagai “hard money” inilah yang membuatnya begitu menarik, khususnya sebagai instrumen investasi jangka panjang. Tetapi menunggu persetujuan Bitcoin ETF adalah harapan yang terlalu besar menurut Duffy. Jika Bitcoin ETF disetujui, hal itu menjadi persetujuan terhadap sistem moneter alternatif yang mampu menggoyahkan hegemoni Wall Street dan regulator.

Sekiranya, seorang eksekutif trading platform, di mana produk terkait Bitcoin besutannya semakin dilirik pelanggan akan mendukung teknologi baru ini, tetapi tidak demikian bagi Duffy. Sebaliknya, ia meyakini sektor kripto harus fokus kepada utilitas atau kegunaan dibanding spekulasi harga.

“Kalau kripto sering kita pakai, harganya akan menyesuaikan. Tetapi argumen yang sering terjadi adalah soal harga Bitcoin atau kripto lain. Jarang sekali yang bertanya bagaimana caranya saya menggunakan aset ini?” kata Duffy.

Ironisnya, perdagangan Bitcoin berjangka di CME diselesaikan secara tunai. Artinya, pedagang pada platform ini meraup cuan dengan cara berspekulasi atas pergerakan harga Bitcoin, bukan atas utilitasnya.

Bukan hal mengejutkan Duffy adalah penggemar stablecoin yang didukung dolar AS. Menurutnya, stablecoin semacam itu lebih menjanjikan dibandingkan kripto biasa, sebab stablecoin lebih bermanfaat dalam sistem keuangan saat ini.

“Pemerintah tidak bisa berjalan kecuali mereka menjalankan defisit. Saya tidak tahu apakah ada pemerintah yang ingin menjalankan semuanya secara bertanggungjawab dan tanpa defisit,” ucap Duffy.

Kontras dengan pendapat Duffy, tujuan utama Bitcoin adalah agar penggunanya tidak perlu percaya kepada bank sentral yang seringkali mengacaukan nilai uang. Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, mengatakan masalah utama uang konvensional adalah tingginya tingkat kepercayaan yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

“Bank sentral harus dipercaya untuk tidak mengurangi nilai uang, tetapi sejarah uang fiat dipenuhi oleh pelanggaran kepercayaan tersebut,” tulis Nakamoto dalam sebuah forum post beberapa waktu silam.

Argumen Duffy juga menyisakan pertanyaan, yaitu mengapa investor akan mengadopsi kripto yang dipatok terhadap dolar AS, sebab hal itu hanyalah dolar digital yang “dibungkus” kripto. Mengingat 92 persen uang global sudah dalam bentuk digital, bisa jadi stablecoin hanyalah tren yang akan berlalu seiring waktu. [bitcoinist.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait