Dimaz Ankaa Wijaya
Peneliti pada Blockchain Research Joint Lab Universitas Monash, Australia


IKLAN

Konon, di satu masa yang lampau tersebutlah seorang pemuda bernama Justin Sun. Ia tinggal di kerajaan Ethereum yang dipimpin oleh Maharaja Vitalik Buterin. Kerajaan Ethereum amatlah masyhur. Namun demikian, ekonomi kerajaan tersebut berjalan sangat lambat dan rakyat dibebani pajak yang amat tinggi. Justin Sun yang visioner itu kemudian merintis sebuah kerajaan baru yang ia beri nama Tron. Ia bertekad membuat ekonomi kerajaan berjalan sekencang-kencangnya dengan subsidi dari kerajaan sehingga rakyat dibebaskan dari pajak.

Terbitnya Tron

Tron mendapatkan hampir semua idenya dari Ethereum. Mulai dari perangkat lunak utama serta protokol inti hingga perangkat pendukung yang disediakan pihak ketiga seperti Infura dan Truffle yang amat ternama di kalangan para pengembang aplikasi decentralized applications (dApps) berbasis Ethereum. Harapannya adalah seamless migration dari Ethereum ke Tron yang ditargetkan oleh Justin untuk aplikasi-aplikasi Ethereum yang sudah mapan.

Janji Justin untuk meningkatkan kapasitas ekonomi Tron dilakukan dengan membuang segala bentuk penambangan. Dalam Ethereum, keamanan informasi yang disimpan di dalam blok-blok baru amat bergantung pada kekuatan komputasi yang dikerahkan oleh para penambang. Para penambang ini menggunakan perangkat kartu grafis ekstra mahal untuk mendapatkan performa optimal. Meskipun kegiatan penambangan Ethereum memberikan keuntungan berlipat kepada produsen kartu grafis, seperti NVIDIA dan AMD, Justin tidak tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Alih-alih ia langsung menerapkan sistem Proof-of-Stake dengan delegasi stake atau vote kepada kelompok dewan perwakilan rakyat Tron, yang bernama resmi Super Representative (SR) yang berjumlah 27. Meskipun Justin merupakan pendiri sekaligus CEO Tron, ia tidak berniat menguasai sistem seperti halnya yang dilakukan oleh Raja Vitalik di dalam Ethereum.  Semua pemilik token Tronix (TRX) dapat berpartisipasi dalam sistem demokrasi Tron dengan menggadaikan TRX mereka untuk jangka waktu tertentu, yang akan digantikan dengan vote dengan jumlah yang sama dengan jumlah TRX yang tergadai. Vote ini dapat diberikan kepada lebih dari satu SR, sesuai dengan yang diinginkan.

SR sebagai perwakilan pemilik TRX

SR yang mendapatkan vote akan menggunakan “kedaulatan rakyat” ini untuk melakukan staking dan menciptakan blok-blok baru sekaligus mendapatkan keuntungan berupa TRX yang diberikan oleh sistem Tron. Uniknya, SR akan menjanjikan sejumlah persentase keuntungan yang didapatkan dari kegiatan staking kepada para pemilik vote. Tidak semua SR memberikan persentase yang sama, meskipun rata-rata mereka mengalokasikan 80 persen keuntungan bagi pemilik vote. Namun ada satu SR yang menjanjikan keuntungan 105 persen kepada para pemilik vote, yakni Bitguild yang saat ini bertengger di posisi kedua di daftar SR dengan vote terbanyak, di bawah Sesameseed.

Seperti halnya para penambang di ekosistem Ethereum maupun Bitcoin, SR merupakan tulang punggung protokol Tron. SR diwajibkan untuk menyediakan perangkat komputasi yang berkapasitas besar, di antaranya 64 GB RAM dan ratusan TB media penyimpanan, termasuk juga koneksi Internet yang berkapasitas 100 MBps. Tidak heran, untuk menjadi SR syaratnya tidak mudah. Selain mengajukan aplikasi sebagai SR, perangkat keras tersebut juga mesti disediakan.

Bagi siapapun yang hendak menjadi SR, tentunya masih ada peluang. Di dalam sistem demokrasi Tron terdapat kelompok yang disebut SR candidates, atau para kandidat SR. Mereka ini merupakan individu maupun kelompok yang telah mendaftar diri sebagai SR, namun tidak memiliki cukup vote untuk berada di jajaran elit 27 SR utama.

Voting untuk semua hal

Salah satu hal paling menonjol dalam manajemen ekosistem Tron adalah adanya voting platform untuk semua kebijakan yang akan diambil. Model ini sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan Ethereum yang diisi oleh para elit software developer yang mengambil keputusan tentang apapun untuk semua pemilik Ether.

Sistem voting yang ada pada Tron memperbolehkan setiap SR untuk mengajukan proposal, misalnya untuk mengubah sistem yang sekarang ada pada Tron. Salah satu voting paling baru dan krusial dalam sistem Tron adalah diperbolehkannya nama token TRC10 yang sama untuk dipergunakan oleh pihak-pihak yang berbeda. Dengan demikian, nama token akan disebut berbarengan dengan akun pembuat token.

Tentunya, tidak semua voting akan disetujui. Dibutuhkan mayoritas suara untuk mewujudkan proposal yang diajukan. Jika proposal tersebut disetujui oleh mayoritas SR, maka tentu saja proposal tersebut akan mulai diterapkan segera setelah sistem Tron siap.

SR dan Sistem “Pajak” Rendah

Dengan adanya SR yang menyediakan simpul utama yang menjalankan seluruh komponen Tron, maka sistem Tron menjadi lebih efisien dan murah. Oleh karena itu, setiap akun Tron diberi kebebasan untuk melakukan setidaknya 20 transaksi gratis tanpa ongkos setiap hari. Bilamana jatah gratis tersebut habis, maka pengguna mesti membayar sejumlah kecil ongkos transaksi atau menunda transaksi keesokan harinya, di mana akan ada lagi jatah 20 transaksi gratis untuk dipergunakan.

Mengkritisi SR

Memang, tidak ada sistem yang sempurna di dunia ini. SR yang mewakili para staker dalam Tron pun berpotensi untuk menciptakan sebuah budaya tertutup, di mana SR pemegang mayoritas suara akan terus menerus menggerus SR-SR yang lain dan menjadi dominan di dalam model konsensus Tron.

Karena para pemilik suara akan terus memilih SR yang memberikan manfaat terbaik, maka hanya SR-SR tertentu sajalah yang akan meraih banyak voting dari pemilik TRX, sementara SR sisanya barangkali hanya akan menjadi penggembira. Masalah serupa juga terjadi dalam lingkup Bitcoin, di mana beberapa mining pool menjadi terlalu dominan, sehingga para mining pool ini bisa saja berkolusi untuk menguasai protokol Bitcoin.

Kini Tron telah menjelma menjadi salah satu penantang serius Ethereum dalam “ring tinju” smart contract platform. Tron terus memberi kejutan dalam ekosistem mata uang kripto dengan berita-berita yang fenomenal dan mengguncang dunia. []

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini