Lanjut Investasi Bitcoin, Ini Arahan Bos Perusahaan Seetee

Selasa lalu, Aker ASA, perusahaan raksasa asal Norwegia, melalui Seetee memutuskan membeli Bitcoin senilai lebih dari Rp800 milyar. Inilah tahap awal terjunnya perusahaan itu di Bitcoin. Berikut sejumlah rinciannya, oleh bos perusahaan Seetee.

Seetee adalah anak perusahaan yang didirikan oleh perusahaan publik, Aker ASA itu. Seetee fokus berinvestasi di sektor Bitcoin dan aset kripto terkait.Lanjut Investasi Bitcoin, Ini Arahan Bos Perusahaan Seetee

Selain membeli Bitcoin, Seetee akan berinvestasi di sektor penambangan dan sidechain blockchain Bitcoin bersama Blockstream pimpinan Adam Back.

Sidechain yang dimaksud adalah Lightning Network, sebagai protokol lapis dua dalam sistem transfer Bitcoin. Unit Bitcoin (BTC) tidak ditransfer secara langsung ke blockchain (Layer 1).

“Kami akan berinvestasi lebih banyak ke dalam ekosistem ini di masa depan, dan ini mungkin termasuk menambah kepemilikan Bitcoin kami,” kata CEO Seetee, Snorre Lorgen kepada Decrypt.

Lorgan menjelaskan bahwa Seetee akan melihat dua cara berinvestasi di ekosistem Bitcoin. Pihaknya akan mengadopsi pendekatan hybrid untuk mendanai pengembang dan tim Bitcoin secara langsung, dan membentuk timnya sendiri, mirip dengan tim yang berfokus pada Bitcoin dari perusahaan pembayaran Square, yakni Square Crypto.

“Semuanya telah kami siapkan dan kami percaya bahwa basis industri Aker ASA akan menjadi kekuatan dan katalisator bagi langkah Seetee,” katanya.

Lorgan mencatat bahwa Seetee telah dibuat dalam waktu yang relatif lama, dengan orang-orang di semua tingkatan Aker ASA terlibat.

Setelah peluncuran Seetee, Bos Aker ASA, Kjell Inge Røkke menjelaskan bahwa perusahaan ingin benar-benar terlibat lebih dalam dalam ekosistem aset kripto yang sedang tumbuh ini.

Kjell-Inge-Røkke, Bos perusahaan Aker ASA.

“Dalam hal Bitcoin, kami akan tampil berbeda tetapi tetap adaptif. Mungkin tidak seagresif kalangan cypherpunks yang merancang Bitcoin, tapi kami jauh lebih progresif daripada kebanyakan perusahaan mapan lain,” jelas Røkke.

Dia mencatat bahwa Seetee sudah menjalankan server pembayaran Bitcoin yang open-source. Ini adalah cara untuk memudahkan perusahaan membayar dan menerima Bitcoin tanpa bergantung pada pihak ketiga, seperti Visa atau Mastercard. Contoh paling terkenal adalah BTCPAY.

Røkke mengatakan Seetee akan membangun penambangan Bitcoin dengan energi listrik dengan sumber terbarukan. Baginya, ini adalah peluang besar sistem listrik itu agar lebih berdaya ekonomi. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait