Mengupas Sosok Satoshi “Craig” Nakamoto

226

Pada 29 November 2018 lalu, di Forum P2P Foundation di Ning.com, muncul sebuah status: “nour”. Status itu datang dari akun Satoshi Nakamoto. Itulah status terbaru dari akun itu sejak “absen” pada tahun 2011 silam. Satoshi terdaftar di forum tersebut pada 11 Februari 2009. Ini kian membetot perhatian komunitas kripto soal pencipta Bitcoin itu.

Akun tersebut terkait dengan alamat surat elektronik (surel) satoshin@gmx.com, yang juga tertera pada paper Bitcoin yang ditulis Satoshi Nakamoto. Tetapi, ada kemungkinan akun surel tersebut memang tak dipegang oleh Satoshi lagi, karena sebuah akun surel di gmx.com dapat dinonaktifkan sepenuhnya. Artinya ada orang lain yang mungkin mendaftarkan akun baru dengan nama yang sama. Empat tahun lalu, dugaan itu pernah dibahas di Forbes.

Sampai saat ini belum diketahui siapakah identitas Satoshi Nakamoto sebenarnya. Tidak ada yang tahu apakah ia seorang pria, wanita atau sekelompok orang. Tak sedikit pula yang menduga ada perusahaan atau negara tertentu di balik nama itu. Bagi pecinta teori konspirasi paling senang “menghinggapinya” dengan pertanyaan paling spekulatif: “Mungkin Bitcoin adalah kerjaan CIA”. Sejak Satoshi Nakamoto hadir di forum kriptografer mailing list kriptografi, Metzdown.com pada 2008, pertanyaan serupa mulai menggelayut.

Menyoal sosok Satoshi Nakamoto, tak bisa dilepaskan dari manusia kontroversial yang satu ini. Namanya Craig Steven Wright, yang pernah mengaku sebagai Satoshi yang asli pada Mei 2016 di stasiun televisi British Broadcasting (BBC). Craig juga masyhur sebagai pengusaha dan ilmuwan komputer dari Australia.

Pria yang lahir di Brisbane, Australia pada Oktober 1970 itu merupakan lulusan Padua College di Brisbane, Australia pada tahun 1987. Entah sahih atau tidak, berdasarkan dokumen ini, Craig memegang tujuh gelar master sejak tahun 2005. Terbaru, pada tahun 2012 ia meraih gelar master di bidang Teknik Keamanan Informasi dan master Manajemen Keamanan Informasi. Kedua-duanya diselesaikan di Sans Technology Institute.

Di Universitas Charles Sturt, Australia, Craig tercatat lulus sebagai master di tiga bidang, yakni Keamanan Sistem Informasi (2009), Manajemen Teknologi Informasi (2006) dan Administrasi Sistem dan Jaringan (2005). Di luar bidang teknologi informasi, Craig juga pemegang gelar master di bidang Statistik (2009) dari Universitas New Castle, Australia dan master Hukum (2008) dari Universitas Northumbria, Australia.

Pada tahun 2015, ketika media massa mencoba mencari tahu siapa sosok Satoshi Nakamoto, wacana publik tiba-tiba menyasar kepada Craig. Pada masa itu Craig disebut-sebut sebagai doktor di bidang ilmu  komputer dari Universitas Charles Sturt, Australia dan layak sebagai Satoshi sesungguhnya. Tetapi oleh pihak universitas, klaim itu terpatahkan. Pernyataan resmi pihak universitas kepada Forbes pada Desember 2015, menyebutkan bahwa Craig bukanlah alumnus bergelar doktor dari Universitas Charles Sturt, Australia.

Tetapi di website nchain.com, didapati sejumlah foto-foto dokumen yang “membuktikan” Craig bergelar doktor dari Universitas Charles Sturt. Dalam surat “Graduation Statement” berkop Charles Sturt University dan Australian Higher Education, disebutkan Craig meraih gelar itu. Surat itu bertanggal 7 April 2017. Perlu diketahui bahwa nchain.com adalah sebuah perusahaan yang dikelola oleh Craig. Di perusahaan itu dia menjabat sebagai peneliti senior.

Setelah lulus, Wright bekerja di sejumlah perusahaan di teknologi informasi, termasuk Bursa Sekuritas Australia. Ia merancang arsitektur Lasseter’s Online, kasino daring pertama di dunia yang mulai beroperasi pada tahun 1999, yang berbasis di Northern Territory Australia.

Wright sempat menduduki jabatan sebagai CEO perusahaan teknologi Hotwire PE yang berencana meluncurkan Denariuz Bank. Saat itu, bank ini disebut akan menjadi bank berbasis Bitcoin pertama di dunia, tetapi terhambat kendala regulasi dan gagal ketika berhadapan dengan Direktorat Jenderal Pajak Australia pada tahun 2014.

Craig pernah didakwa hukuman 28 hari di penjara oleh Mahkamah Agung New South Wales pada tahun 2004. Craig mendapat dakwaan tersebut sebab ia melanggar perintah yang melarangnya mendekati pelanggan tempat kerjanya dulu di DeMorgan Information Security Systems. Tetapi dakwaan tersebut dibatalkan dengan syarat Craig harus menjalani layanan masyarakat selama 250 jam.

Penampakan Satoshi

Di tengah semua kontroversi yang mengelilinginya, Craig terkenal akibat klaim bahwa dirinya adalah Satoshi Nakamoto, sosok pencipta Bitcoin, pada 2 Mei 2016 melalui BBC. Dalam video berdurasi 4 menit itu ia membuktikannya secara teknis dengan mengirimkan sebuah pesan dengan menggunakan private key yang terkait dengan transaksi perdana Bitcoin pada tahun 2009.

Some people will believe, some people won’t and to tell you the truth, I don’t really care… I was the main part of it and other people help me… I don’t want money, I don’t want fame, I don’t want  adoration. I just want to be alone,” kata Craig kepada pemandu acara BBC.

Ketika pemandu acara bertanya, “Mengapa baru sekarang Anda memutuskan mengaku sebagai Satoshi setelah sekian lamanya?”

“Bukan saya yang memutuskan, tetapi orang lain. Saya mempunyai beberapa orang yang membuat saya memutuskan hal ini, yakni keluarga saya, teman saya dan staf saya di sini di London dan di luar negeri… Saya tak ingin mereka terdampak dengan ini semua,” jawab Craig menyinggung sejumlah pemberitaan tidak benar tentang dirinya selama ini yang dianggap membuat dirinya dan keluarga menjadi tak nyaman.

Di akhir video Craig menegaskan bahwa inilah yang pertama dan terakhir dia muncul di televisi dan media massa.

“Saya tidak akan muncul lagi di depan kamera televisi untuk stasiun televisi manapun atau media manapun,” kata Craig.

Tetapi, sejak video itu ditayangkan, Craig justru tampil sebagai pembicara di berbagai tempat di belahan Bumi ini, mulai dari konferensi, workshop dan lain-lain. Dan menanggapi terhadap sejumlah isu, Craig justru sebagai narasumber berita.

Bahkan, seperti yang Anda ketahui, ia terlibat dari hard fork Bitcoin menjadi Bitcoin Cash bersama Roger Ver. Belakangan mereka berseteru dalam drama hard fork Bitcoin Cash. Dan itu kian menarik perhatian media massa mainstream. Craig semakin tenar.

Gara-gara Media?

Klaim Craig tersebut menyusul sejumlah pemberitaan hasil penyelidikan oleh Wired dan Gizmodo pada Desember 2015, yang menyimpulkan Craig mungkin adalah penemu Bitcoin. Ia menggunakan alamat surel yang sama seperti Nakamoto saat korespondensi dengan kedua media ternama itu. Gizmodo juga memperlihatkan surel yang ditulis Craig ketika mendesak penerimaan regulasi Bitcoin dari tokoh politik dan badan pemerintah.

Setelah beberapa jam berita itu terbit, pada petang, 9 Desember 2015, kediaman Wright di New South Wales, Australia termasuk lokasi bisnisnya digerebek oleh Polisi Federal Australia. Polisi tak menemukan Craig di kediamannya itu. Sejumlah sumber polisi menyebutkan, Craig dan istrinya, Ramona Watts sudah meninggalkan rumah sewaan itu sejak November 2012. Juga diketahui punya masalah pajak atas perusahaan yang didirikannya di Australia. Pada masa itu Otoritas Perpajakan Australia memang sedang menyelidiki keterlibatannya.

 

Bukti Diragukan

Bukti lain yang mendukung klaim Craig adalah tulisannya yang mengumumkan peluncuran Bitcoin pada 10 Januari 2009. Tulisan yang berjudul “Peluncuran beta Bitcoin adalah besok” tersebut kini sudah dihapus. Selain itu, ia mengklaim, sudah menjalankan Bitcoin sejak 2009, kepada pengacara pajaknya.

Beberapa jam setelah “penampakan” Satoshi itu, klaim Craig diperkuat oleh Gavin Andresen, seorang developer peranti lunak, salah seorang pengembang Bitcoin dan kerap berkorespondensi dengan Satoshi Nakamoto melalui surel pada tahun 2010.

“Saya pikir Craig adalah Satoshi. Saya pernah bertemu dengannya di London. Dan sosok Craig sesuai dengan sosok Satoshi yang saya tahu ketika saya berhubungan dengannya pada tahun 2010. Dia telah membuktikan kepada saya dengan menggunakan private key yang terkait dengan blok pertama Bitcoin. Walaupun cara itu mustahil mampu membuktikan dia adalah Satoshi secara seratus persen, tetapi bagi saya pribadi cara itu membuktikan ‘beyond a reasonable doubt’,” kata Gavin.

Tampak ada keraguan dari omongan Gavin itu dan menjawabnya secara diplomatis. Bisa jadi Gavin pun tak seratus persen yakin. Secara singkat kalimat “beyond a reasonable doubt” dalam konteks hukum menegaskan bahwa seseorang hanya dapat katakan bersalah tanpa ada keraguan sedikitpun akan kebenaran dakwaan. Jika ada keraguan yang tidak bisa dijawab oleh jaksa, orang tersebut harus dibebaskan, terlepas dia pelakunya atau tidak.

Gavin juga bilang Craig pernah menandatangani pesan menggunakan private key dari salah satu 50 blok pertama Bitcoin. Jon Matonis, Direktur Bitcoin Foundation, berkata Craig juga menandatangani pesan menggunakan private key dari blok pertama dan blok kesembilan Bitcoin.

Kendati demikian, belum ada bukti solid yang benar-benar membuktikan Craig adalah Satoshi. Ia belum memberikan bukti yang menunjukkan ia adalah penulis whitepaper Bitcoin. Selain itu, ia tidak bisa menunjukkan bukti yang paling sederhana dan tidak terbantahkan, yaitu GNU Privacy Guard (GPG) private key asli milik Satoshi Nakamoto.

Jika Craig memiliki private key tersebut, ia bisa melakukan transaksi Bitcoin menggunakan private key Satoshi, atau ia bisa menandatangani pesan kriptografis menggunakan private key yang sama, seperti yang dilakukan Charlie Lee, pencipta Litecoin, untuk membuktikan ia memang pencipta Litecoin.

Enam Juta Transaksi per Detik?

Saat ini, Craig adalah pemimpin kelompok Bitcoin Cash Satoshi’s Vision (BCHSV), yang merupakan hard fork dari Bitcoin Cash (BCH). Ia ingin meningkatkan ukuran blok Bitcoin Cash menjadi 128 MB. Selama tiga tahun ke depan, Craig berencana menaikkan skala BCHSV hingga bisa menangani ukuran blok sebesar 1 TB, bahkan lebih.

Craig mengklaim para penambang BCHSV akan meraup US$600 ribu untuk setiap blok terabyte, yang ditambang setiap sepuluh menit sekali. Ia memrediksi kapasitas BCHSV akan menjadi sangat besar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Craig berkata, dalam kurun waktu itu, kapasitasnya akan mencapai tingkat dua hingga empat miliar transaksi per blok, atau enam juta transaksi per detik. Kecepatan tersebut menyamai kecepatan Visa, MasterCard, SWIFT dan seluruh mata uang di dunia. Katanya sih.

Namun, di atas itu semua, apakah penting menyodorkan bukti-bukti lain tentang sosok Satoshi Nakamoto sesungguhnya? Andaikata Craig memang benar Satoshi, apakah sangat penting baginya memberikan bukti teknis yang meyakinkan? Pertanyaan kedua ini mungkin lebih cocok kalau didekati dengan teori konspirasi, bahwa jikalau Craig memberikan bukti yang otentik pada tahun 2016 silam, kiranya dia mungkin berhadapan dengan sejumlah intelijen yang punya kepentingan membumihanguskan dunia kripto. [ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini