Miliuner AS, Ray Dalio: Pemerintah Bisa Saja Melarang Bitcoin

Miliuner asal Amerika Serikat, Ray Dalio mengatakan pemerintah bisa saja melarang keberadaan Bitcoin di masa depan, terkait penerbitan mata uang digital bank sentral alias CBDC.

Tak semua punggawa kelas berat Wall Street beralih ke Bitcoin sebagai aset safe-haven. Miliuner Ray Dalio, yang juga terkenal sebagai pendiri Bridgewater Associates adalah salah satunya.

Pemimpin perusahaan hedge fund terbesar di dunia bahkan melihat tak ada gunanya mengapresiasi Bitcoin.

Dilansir dari Yahoo Finance, Dalio menegaskan bahwa ada tiga masalah utama pada Bitcoin dan aset kripto secara umum yang akan menghadang kesuksesannya.

Dalio mengatakan dia yakin mata uang digital bank sentral (CBDC) jauh lebih mungkin untuk mendominasi ranah keuangan di masa depan daripada aset kripto, termasuk Bitcoin.

Pandemi COVID-19 Dorong Cepat Central Bank Digital Currency (CBDC)

Dia mengatakan salah satu kendala bagi aset kripto untuk mencapai kesuksesan adalah kurangnya utilitas sebagai medium pembayaran.

“Saat ini saya belum bisa menggunakan Bitcoin untuk membeli sesuatu secara mudah,” katanya tanpa menyinggung langkah PayPal yang menghadirkan layanan jual-beli aset kripto, termasuk Bitcoin.

Selain itu, dia mengatakan Bitcoin dan aset kripto lainnya terlalu labil untuk menjadi penyimpan nilai yang layak, masalah yang juga memengaruhi transaksi, karena vendor tidak akan tahu berapa banyak yang mereka terima.

Pun jika aset kripto lainnya kian popular di masa depan, Dalio menilai pemerintah bisa saja akan melarang peredarannya.

“Mereka akan menggunakan cara apa pun yang mereka miliki untuk menghalanginya, sehingga aset kripto tidak aka berhasil seperti yang diharapkan banyak orang,” katanya.

Penilaian Dalio jelas-jelas bertentangan dengan persepsi yang berkembang, bahwa Bitcoin selayak emas sebagai aset bernilai.

MicroStrategy dan Square adalah dua dari sekian banyak perusahaan yang meyakini keunggula Bitcoin. Bitcoin pada tahun ini saja sudah tumbuh lebih dari dari 100 persen, dibandingkan emas hanya 50 persen.

Dipimpin Pendiri Twitter, Square Beli Bitcoin Rp738 Miliar

Banyak analis percaya, seperti Bloomberg dan JP Morgan yakin, bahwa pertumbuhan dewasa ini adalah tahap pertama dari kenaikan besar-besaran di masa mendatang. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait