Nilai Transaksi Stablecoin di Blockchain Ethereum Justru Mendominasi Aset Kripto Ether (ETH)

134

Menurut kajian Messari, ternyata lebih banyak nilai transaksi stablecoin di blockchain Ethereum daripada aset kripto Ether (ETH) sendiri.

IKLAN

Ether (ETH) aset kripto bawaan di blockchain Ethereum disebutkan bukan lagi aset kripto terpopular, karena lebih banyak unit stablecoin yang ditransaksikan daripada aset kripto Ether (ETH) itu sendiri.

Kendati Ethereum memiliki aset kripto sendiri, ada ribuan token yang berjalan di blockchain publik itu. Beberapa platform ini adalah stablecoin, yang nilainya dijamin dengan nilai mata uang fiat, seperti dolar AS atau emas.

Lazimnya, sebagian besar nilai yang ditransfer di Ethereum adalah Ether (ETH). Tapi, sekarang stablecoin telah mengambil alih dan mendominasinya. United States Dollar Tether (USDT) di blockchain Ethereum misalnya, nilainya lebih banyak ditransfer daripada Ether (ETH) sendiri.

BERITA TERKAIT  Indodax Gelar Lomba Film Pendek Bertema Aset Kripto, Berhadiah Total Rp100 Juta

“Nilai ekonomi blockchain Ethereum sekarang didominasi oleh transfer nilai yang stabil oleh stablecoin,” sebut Ryan Watkins, Analis di Messari. Dia mengatakan, dominasi itu terjadi sejak pertengahan 2019 dan semakin meningkat sejak saat itu.

Stablecoin USDT memang juga tersedia di blockchain Bitcoin melalui Omni Layer sejak tahun 2014, tetapi sejak April 2019 sudah lebih banyak dialihkan ke blockchain Ethereum. Setelah beberapa bulan, jumlah USDT di Bitcoin mulai menurun dengan cepat. Tether bahkan sudah menerbitkan USDT di blockchain Tron sejak bulan November 2019, atas alasan kecepatan dan gratis biaya transfer.

Pada November 2019 CoinMetrics menyebutkan, bahwa nilai transfer USDT di Ethereum mencapai dua atau tiga kali lipat dibanding nilai transfer Ether (ETH).

BERITA TERKAIT  Vexanium Diajak untuk Memperkuat Sektor Pertanian Berbasis Blockchain

Look at the move of stablecoin Tether.

“Sebagai perbandingan, nisbah (ratio) itu tidak pernah tumbuh di atas 0,4 pada Bitcoin,” tulisnya.

Di awal-awal diterbitkan stablecoin di Ethereum diketahui memang mulai menghambat kinerja jaringan blockchain Ethereum. Tetapi, para penambang (miner) beradaptasi dengan perubahan itu dengan cara meningkatkan ukuran blok dan jaringan telah berhasil mengatasinya.

Namun, jika USDT terus menerbitkan lebih banyak USDT di Ethereum, mungkin ada lebih banyak yang perlu dikhawatirkan. Apakah dengan kehadiran Ethereum 2.0, kelak mampu mengatasi itu? Kita nantikan saja. [Decrypt/red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini