Pesona Bitcoin di Mata Christine Ginting

3213

Di bisnis bursa kripto, peran community manager sama pentingnya dengan tugas seorang staf public relation (hubungan masyarakat). Seperti istilahnya, manager komunitas harus senyawa dengan komunitas yang merupakan pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaannya. Dalam konteks bisnis bursa kripto, adalah penting bagi seorang community manager menjalin komunikasi yang intens dengan pengguna di Grup Telegram. Ia juga harus memastikan informasi dari perusahaan dikomunikasikan efektif kepada pengguna. Inilah kisah Christine Natalia Ginting sebagai Community Manager Tokocrypto.com.

“Sudah ready untuk clue kedua gaes?” kata Christine.

“Belum min, break maghrib,” sahut Sayid, seorang anggota grup.

“Akan dibagikan 8 menit lagi yaaaa,” dengan cepat Christine menanggapi.

“Jangan sampai keduluan, dan ajakin juga teman2 kamu,” tambah Christine lagi.

Itulah penggalan percakapan Christine di Grup Telegram mengkomunikasikan program Tokocrypto Puzzle. Dalam percakapan beberapa menit berikutnya, pertanyaan dan jawaban semakin intens. Di antaranya banyak dibumbui canda tawa, ”Hahahaha itu pelanggaran namanya kak!” Tak jarang pula ada kegenitan menggoda Christine.

Jikalau Anda adalah anggota Grup Telegram Tokocrypto.com, pastilah kerap bersua virtual dengan perempuan yang satu ini. Tugas utamanya adalah memastikan semua pertanyaan dari pengguna dijawab dengan tepat dan efektif, sekaligus tegas jikalau terdapat pelanggaran. Ia mengaku, karir pertamanya adalah di Tokocrypto sejak ia lulus kuliah di bidang teknologi informasi.

Sejak kapan bergabung di Tokocrypto dan apa saja tugas utamanya di bursa kripto itu?
Perusahaan Tokocrypto adalah awal karir saya setelah lulus kuliah. Tugas utama saya sebagai community manager adalah membangun hubungan yang baik dengan komunitas Tokocrypto di Indonesia.

Soal jam kerja bagaimana?
Dalam sehari 8 jam kerja, untuk akhir pekan atau di luar jam kerja tidak ada aturan atau “diaturkan”. Tapi saya senang berinteraksi dan sebisa mungkin saya jawab jika ada pertanyaan di grup.

Sejak kapan “menggauli” aset kripto dan mengapa?
Bagi saya industri kripto adalah industri yang terbilang baru di Indonesia. Namun, dalam karir saya yang masih awal ini didukung oleh latar belakang pendidikan saya di bidang tenologi informasi, saya optimis kalau industri ini akan tumbuh dan besar dengan baik, terutama sebagai alternative currency. Untuk itu, saya mantap memilih industri ini sebagai awal karir saya dan saya punya visi industri ini akan menjadi jalur karir yang cerah bagi saya maupun anak muda lain seperti saya.

Apa suka dan dukanya?
Bagi saya sih dibawa santai saja. Kebetulan saya senang berinteraksi dengan orang lain, sehingga, pekerjaan ini terasa menyenangkan.

Menurut kamu bagaimana laju industri aset kripto di Indonesia?
Wah, sangat positif ya, karena peraturannya di Indonesia sudah ada dan semakin banyak entitas bisnis yang serupa termasuk beragam proyek blockchain yang menarik. Saya merasa tertarik juga mengenalkan industri ini kepada kaum-kaum awam seperti kaum Milenial. Ke depannya, semoga industri ini semakin dewasa dan dan semakin banyak orang yang ikut terlibat dalam industri aset kripto.

Secara khusus bagaimana menurut kamu masa depan aset kripto Bitcoin sebagai instrumen investasi bagi anak muda di Indonesia?
Masa depannya sangat menjanjikan ya, karena seperti yang kita ketahui semakin banyak komunitas yang bermunculan, semakin banyak kegiatan edukasi dan semakin banyak pula anak-anak muda yang tertarik dengan kripto secara umum, Bitcoin dan sejarahnya tentu menjadi objek “seksi” bagi anak muda.

Di kesibukannya meniti karir, penting bagi Christine untuk selalu energik. Ia senang membaca buku dan mendengar musik.

“Membaca buku membuat pengetahuan saya bertambah dan saya dapat mendalami hal-hal baru yang belum saya ketahui sebelumnya. Mendengarkan musik bisa membawa saya pada perasaan senang, energik dan menjadi wahana bereksplorasi, menyalurkan ide-ide dan aspirasi. Saat ini, saya sedang mulai berolahraga. Niatnya untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan kesehatan. Saya memilih industri ini sebagai awal karir saya. Semakin lama saya semakin meyakini bahwa pekerjaan ini adalah pilihan yang tepat.

Di Tokocrypto, berapa orang perempuan selain kamu?
Di Tokocrypto ada 3 orang perempuan. Dan kami saling mendukung, walaupun tugasnya berbeda-beda. Women support each other, saya betul-betul merasakan hal itu. Saya berharap semakin banyak perempuan masuk ke industri ini. The future is female.

Ceritakan sedikit satu kejadian di Grup Telegram yang bikin nggak enak hati, misalnya ada yang cerewet atau sotoy?
Sejauh ini belum ada kejadian yang bikin nggak enak hati. Bukankah cara komunikasi orang berbeda-beda. Kalaupun ada yang menurut saya janggal, misalnya menghubungi saya secara direct message, padahal larangan soal itu sudah diinformasikan secara rinci di grup. Tapi, menurut saya itu hal yang dapat dimaklumi.

Selain Bitcoin, kamu koleksi aset kripto apa saja?
Karena sebagai generasi muda saya merasa investasi merupakan hal yang penting. Saya punya beberapa aset kripto lain selain Bitcoin seperti ETH, TTC, dan DGX. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaSelamat Tinggal, Western Union
Berita berikutnyaGame Blockchain Tencent Ini Laris Manis Sekejap
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).