9 Artikel Terpopular Selama Sepekan [26 Februari – 4 Maret 2022]

Invasi Rusia terhadap Ukraina yang dimulai Kamis (24/2/2022) praktis menghempaskan nilai pasar kripto dan saham. Tak pelak, dalam sepekan berita tentang dampak invasi tersut pada pasar kripto, menyedot perhatian pembaca Blockchainmedia.id. Berikut 9 Artikel Terpopular Selama Sepekan [19-25 Februari 2022], yang sudah kami ringkaskan.

1. Layanan Bank Mandiri dan LinkAja Ditarik, Dampak Larangan OJK?

Niatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melarang bank dan layanan keuangan di Indonesia untuk memfasilitasi kripto, tampaknya jadi kenyataan. Layanan Bank Mandiri dan LinkAja sudah ditarik dari beberapa crypto exchange di Indonesia. Apakah ini karena pihak perbankan saja yang khawatir berlebihan, karena salah tafsir?

Layanan Bank Mandiri dan LinkAja Ditarik, Dampak Larangan OJK?

2. Rusia Bisa Pakai Bitcoin Guna Atasi Sanksi Baru AS

Rusia, kalau mereka niat, bisa saja memakai blockchain Bitcoin untuk urusan transfer uang antar negara guna mengatasi sanksi baru oleh AS. Tapi, masih punya sejumlah keterbatasan, menanti terobosan lain yang sedang dikembangkan.

3. Mengenal Token NanoByte (NBT) yang Didukung Sinarmas dan TokoCrypto

Token NanoByte (NBT), proyek kripto yang didukung oleh Sinarmas Group dan bursa TokoCrypto, akan kian mewarnai industri kripto tanah air.

4. Potensi Rusia Pakai Kripto Atasi Sanksi, Analis: Itu Berbahaya

Rusia dapat beralih ke aset kripto bila diblokir dari sistem pembayaran SWIFT. Analis berkata bila Rusia mampu memakai kripto untuk atasi sanksi, maka dukungan politik di AS terhadap kripto dapat jatuh dan resiko regulasi meningkat.

5. Warga Ukraina Ramai-ramai Pakai Aplikasi Kripto Nir-Internet

Warga Ukraina disebut ramai-ramai memakai aplikasi kripto yang memungkinkan transaksi tanpa akses Internet (nir-Internet). Aplikasi itu memungkinkan transfer kripto melalui gelombang radio.

Warga Ukraina Ramai-ramai Pakai Aplikasi Kripto Nir-Internet

 

6. Vitalik: Pasar Kripto Terkoreksi Justru Bagus

Aset kripto mengalami penurunan besar seiring minat pembeli mengering. Dalam waktu dekat, analis melihat skenario penurunan lebih tajam dapat terjadi.

7. Penambang Kripto Mulai Angkat Kaki dari Kazakhstan

Perusahaan penambang kripto legal di Kazakhstan mulai merelokasikan 30 persen perangkat penambangan ke luar negeri. Hal ini terjadi dikarenakan kelangkaan listrik dan peningkatan pajak yang membuat penambang kripto angkat kaki dari negara Asia Tengah tersebut.

Penambang Kripto Mulai Angkat Kaki dari Kazakhstan

 

8. Bank Sentral Rusia Siapkan Alternatif SWIFT

Kanal berita nasional Rusia melaporkan sistem pembayaran alternatif dari SWIFT, SPFS, sudah siap. Negara asing dapat bergabung ke sistem tersebut. Rusia mengalami gejolak ekonomi hebat akibat sanksi dari negara Barat.

Bank Sentral Rusia Siapkan Alternatif SWIFT

 

9. Rusia Kena Sanksi, Bersiap Nasionalisasi Aset

Otoritas Rusia dikabarkan bersiap menyita aset miliki warga negara dan perusahaan asing yang berada di negara itu. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Presiden Dmitry Medvedev. [ab]
spot_img

Terkini

Terkait