Oscar Darmawan, Bos Indodax, tetap berkeyakinan bahwa Bitcoin adalah aset safe haven, dalam kaitannya dengan pasar saham. Katanya, tidak tepat jikalau dikatakan harga Bitcoin ikut turun ketika saham juga turun. Keduanya memang tidak memiliki korelasi.

Sebelumnya kepada Cointelegraph, Profesor Campbell Harvey, sang penemu Yield Curve Signal mengatakan bahwa Bitcoin sejauh ini bukanlah aset safe haven, bukan pula aset untuk lindung nilai (hedge). Penyebabnya, adalah ketika pasar saham menukik akibat perluasan wabah virus Corona, Bitcoin juga demikian, turun drastis.

Namun bagi Oscar, semua produk investasi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Sepertinya tidak tepat mengatakan bahwa harga Bitcoin ikut turun, gara-gara saham yang sedang turun. Karena keduanya tidak ada korelasinya,” tegasnya kemarin melalui WhatsApp.

Imbuhnya, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dari awal tahun mengalami penurunan cukup dalam. Per 2 Januari 2020 IHSG berada pada level 6.238. Dan pada 5 April 2020, IHSG ditutup 5.638.

“Sedangkan Bitcoin pada periode itu justru meningkat. Pada 2 Januari, harga Bitcoin Rp96,7 juta. Pada malam ini (5 April 2020, sekitar pukul 21.00 WIB) harga Bitcoin Rp129,7 juta. Jika dilihat, pergerakannya justru berbeda. IHSG jatuh, Bitcoin malah naik sekitar 30 persen,” ujarnya.

Menurut Oscar, penyebabnya adalah karena IHSG dan hampir semua produk investasi lain, masih dipengaruhi oleh perekonomian yang relatif sentralistik melalui kebijakan pemerintah, adanya konflik antar negara dan masalah lain seperti virus Corona dan lain-lain.

BERITA TERKAIT  14 Ribu Unit Alat Tambang Bitcoin di AS Siap Aktif Tahun Ini

Sedangkan Bitcoin dan aset kripto lainnya tidak terpengaruh kebijakan pemerintah dan permasalahan global. Karena harga Bitcoin hanya dipengaruhi oleh supply dan demand, seperti pergerakan harga emas.

“Justru dengan jatuhnya IHSG, investor akan menjadikan Bitcoin atau aset kripto lainnya sebagai alternatif investasi untuk mengamankan uang mereka,” tegasnya yakin.

Menyingung Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti, Oscar memastikan supply Bitcoin akan terbatas dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block. Itulah yang akan meningkatkan demand, sehingga harga Bitcoin juga akan naik.

“Kita lihat saja kinerja Bitcoin dari awal tahun tadi. Belum Halving saja, kenaikannya sudah lebih 30 persen. Salah satu faktor kenaikan tersebut adalah investor sudah mulai ‘mengambil tempat’ untuk menyambut Halving. Jadi, Bitcoin akan terus mengalami kenaikan. Selalu ada potensi harga Bitcoin naik pada tahun ini setelah Halving dan melejitkan Bitcoin naik ke puncak tertinggi sepanjang masa lagi. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO