Cambridge Centre for Alternative Finance di Universitas Cambridge, Inggris menyebutkan bahwa pengguna Bitcoin Cs (aset kripto) secara global saat ini mencapai 101 juta. Angka itu naik 189 persen berbanding tahun 2018, yakni 35 juta “unique users”. Pengguna dari kalangan institusi masih kecil.

Hal itu tertuang dalam laporan hasil survei “3rd Global Cryptoasset Benchmarking Study” sepanjang 71 halaman. Survei digelar pada Maret-Mei 2020 dan laporan diterbitkan beberapa hari yang lalu. Mayoritas responden adalah dari kawasan Asia Pasifik dan Eropa.

“Pada tahun 2018, berdasarkan survei edisi pertama jumlah pengguna aset kripto sekitar secara global mencapai 35 juta. Jumlah itu berdasarkan identitas pengguna yang terverifikasi di sejumlah bursa aset kripto dan penyedia layanan sejenis. Sedangkan pada survei ke-3 ini pengguna mencapai 101 juta di 191 juta akun,” sebut Cambridge dalam laporan itu.

Menurut mereka, peningkatan pengguna sebesar 189 persen itu berdasarkan peningkatan jumlah akun (yang meningkat 37 persen), serta bagian akun yang lebih besar
dikaitkan secara sistematis dengan identitas individu.

“Ini adalah prakiraan minimum kami berdasarkan jumlah identitas pengguna di setiap layanan,” sebutnya.

Cambridge juga menyebutkan, bahwa bursa aset kripto yang berbasis di Asia Pasifik lebih sering digunakan untuk trading, dibandingkan dengan di kawasan lain.

“Bursa aset kripto yang berbasis di Asia Pasifik menempati posisi tertinggi dalam hal perdagangan berdasarkan data book order, yakni mencapai 40 persen,” sebut Cambridge.

Kalangan Institusi Masih Kecil
Sementara itu, berdasarkan kategori asal pengguna, kategori institusi/kelembagaan masih belum terlalu banyak. Pengguna retail masih mendominasi, serupa dengan peningkatan pada tahun 2017.

“Hal ini menunjukkan, bahwa kendati minat dari kalangan institusi telah tumbuh, tetapi tidak terwujud dalam hal penambahan pengguna termasuk pembelian,” sebut Cambridge.

Dari wilayah Asia Pasifik misalnya, pengguna retail sangat mendominasi hingga 75 persen. Sedangkan dari kalangan institusi hanya 16 persen.

Porsi terbesar pengguna retail dari semua wilayah adalah dari Amerika Latin dan Karibia, yakni 82 persen. Sedangkan pengguna terbesar dari kalangan institusi berasal dari Amerika Utara yang mencapai 30 persen, termasuk dari Eropa. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO