xmr

Ada “Peminta Monero (XMR)” di Situs Kampanye Presiden Trump

Situs kampanye Presiden Trump diretas. Tampilan laman diubah (defaced) dan ada "permintaan donasi" berupa aset kripto Monero (XMR). Peretasan itu terjadi pada Selasa, 27 November 2020.

Lacak Privacy Coin, Chainalysis Kantongi Kontrak Senilai Rp9,2 Miliar

Perusahaan asal AS, Chainalysis mengantongi kontrak karya senilai Rp9,2 miliar dari Dirjen Perpajakan AS (IRS) untuk melacak transaksi privacy coin, seperti Monero termasuk protokol blockchain Layer 2.

Bisa “Meretas” Monero? Hadiahnya Bikin Mata Kamu Jadi Ijo

Blockchain dan aset kripto Monero (XMR) sepertinya semakin bikin gerah pemerintah AS, karena mereka kesulitan melacak transaksinya dan semakin kerap digunakan oleh pelaku kriminal di dunia maya. Agar memudahkan investigasi, pemerintah AS menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang bisa "meretas" Monero.

Hati-Hati! Ada Penambang Monero di Layanan Cloud Amazon

Para pengguna layanan komputer cloud Amazon disarankan untuk berhati-hati. Pasalnya, sudah ditemukan kegiatan penambang aset kripto Monero (XMR) di layanan itu, menurut peneliti asal Israel.

Peretas Ini Minta Tebusan Aset Kripto Monero Rp110 Miliar

Perusahaan telekomunikasi besar asal Argentina ini diretas. Data-data penting pun tak dapat diakses karena dienkripsi. Pelakunya meminta bayaran berupa aset kripto Monero (XMR), senilai US$7,5 juta (Rp110 miliar).

1000 Komputer Diretas untuk Menambang Aset Kripto Monero (XMR)

Setidanya sekitar 1000 komputer perusahaan diretas untuk menambang aset kripto Monero (XMR). Peretas menggunakan teknik "Juicy Potato" untuk mendapatkan akses tingkat administrator.

Penelitian: 99,9 Persen Transaksi Zcash Bisa Terlacak

Hasil penelitian terbaru menyebutkan, bahwa 99,9 persen transaksi privacy coin, Zcash bisa terlacak. Penelitian oleh Claire Ye, Chinedu Ojukwu, Anthony Hsu dan Ruiqi Hu dari Carnegie Mellon University itu diterbitkan pada 18 Mei 2020 lalu.

Menambang Monero Pakai Smartphone? Ini Kata HTC

Menambang aset kripto Monero (XMR) kelak kian mudah. Tak perlu pakai komputer, cukup menggunakan smartphone. Setidaknya itu adalah klaim dari HTC, produsen smartphone asal Taiwan, yang sebelumnya melahirkan ponsel blockchain pertama di dunia, Exodus.

Jebol, Ada Penambangan Monero (XMR) di Komputer Departemen Pertahanan AS

Peneliti asal India menyebutkan ada aktivitas penambangan  Monero (XMR) di komputer Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Tidak diketahui berapa yang sudah dihasilkan.

Europol: Transaksi Monero (XMR) Tak Dapat Terlacak

Analis Kepolisian Uni Eropa Europol, Jerek Jakubcek mengatakan transaksi aset kripto Monero (XMR) tak dapat dilacak.