Aset Kripto: Membedah Teknologi di Balik Privacy Coin

795

Aset kripto berjenis privacy coin berkarakter unik dibandingkan dengan aset kripto biasa, seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH). Transaksi menggunakan privacy coin lebih mampu menyamarkan informasi, khususnya soal nilai dana yang ditransaksikan, termasuk pangkal dan ujung transaksi lebih sulit diketahui.

OLEH: Fahmi Almuttaqin
Pegiat di Komunitas Kolektor Kripto Surabaya



Penggunaan privacy coin oleh pelaku kejahatan juga menyulitkan para penegak hukum, terlebih-lebih ketika ada konversi dari aset kripto Bitcoin ke aset kripto privacy coin, seperti Monero (XMR) dan Zcoin. Namun, sejauh pelakunya memerlukan mata uang biasa, seperti rupiah atau dolar AS, dengan menukarnya di bursa aset kripto biasa, maka pelakunya lebih mudah diringkus.

Berikut sejumlah teknologi yang penulis rasa cukup solid yang dipakai oleh beberapa privacy coin yang ada saat ini.

Ring Signatures
Ring signatures merupakan mekanisme tanda tangan digital yang dapat dibuat oleh siapa saja di dalam sebuah kelompok tertentu di dalam jaringan. Mereka memiliki identitas digital sendiri-sendiri.

Umumnya di sebuah jaringan blockchain, seorang pengguna yang memiliki public key melakukan transaksi menggunakan tanda tangan digital miliknya sendiri untuk memverifikasi transaksi yang ia lakukan.

Hal memungkinkan mudahnya bagi pihak tertentu untuk melacak dan mengetahui transaksi tersebut dilakukan oleh siapa.

Nah, ring signatures “mempertemukan” tanda tangan digital seorang pengguna yang melakukan transaksi dengan tanda tangan digital pengguna-pengguna lainnya.

BERITA TERKAIT  Berpacu demi Pajak: IRS Versus Pengembang Privacy Coin

Dengan begitu, identitas pengirim menjadi tersamarkan karena yang identitas digital yang menandatangani transaksi tersebut bukanlah merupakan identitas si pengirim transaksi.

CoinJoin
Prinsip dasar CoinJoin adalah mengumpulkan beberapa transaksi yang ada menjadi satu transaksi tunggal. Pihak ketiga kemudian mengacak transaksi tersebut dan mengeluarkan sebuah alamat (address) baru yang belum pernah dipakai sebelumnya untuk mengirimkan transaksi tersebut ke alamat-alamat penerima.

Dengan demikian, jalur untuk melacak siapa alamat sebenarnya yang menginisiasi tiap-tiap transaksi tersebut akan hilang dan tidak dapat dilakukan pelacakan.

Zero-knowledge Proof
Zero-knowledge proof dapat dikatakan sebagai proposal teknologi pertama untuk membuat sebuah privacy coin.

Pengembangan dari Zero-knowledge proof yang cukup terkenal adalah zk-SNARKs yang dipakai oleh privacy coin Zcash yang saat ini dianggap paling efisien dari segi kompleksitas verifikasi.

zk-SNARKs merupakan singkatan dari zero-knowledge succinct non-interactive argument of knowledge yang merupakan sebuah teknik kriptografi yang dapat membuktikan bahwa seseorang memiliki informasi tertentu, tanpa mengharuskan orang tersebut untuk mengatakan isi informasinya.

Inilah yang memungkinkan sebuah transaksi dapat terjadi tanpa transaksi tersebut harus membagikan informasi kepada jaringan terkait dengan siapa alamat pengirim dan penerimanya serta nominal transaksinya.

BERITA TERKAIT  Europol: Transaksi Monero (XMR) Tak Dapat Terlacak

Dengan tidak diperlukannya informasi tersebut untuk diketahui oleh pelaku jaringan lainnya, maka tidak mungkin kita dapat mengetahui atau melacak transaksi-transaksi tersebut di dalam browser blockchain yang ada. Anonimitas dapat terjadi.

MimbleWimble
Secara umum, MimbleWimble ini cukup berbeda dengan metode lainnya, karena dalam mekanisme MimbleWimble tidak diperlukan adanya sebuah alamat digital.

Pada jaringan MibleWimble hanya akan ada data tanda tangan digital, total input transaksi dan total output transaksi pada jaringan tersebut. Selama jumlah total input dan output sama, maka block tersebut dianggap valid.

MimbleWimble menggunakan sebuah mekanisme Pedersen Commitment yang membuat transaksi input dan transaksi output dapat terhubung untuk membuat sebuah joint signature untuk melakukan otorisasi sebuah transaksi pengiriman koin.

Seluruh transaksi yang terjadi di dalam satu block, kemudian dikumpulkan dan diubah menjadi sebuah transaksi tunggal yang besar, sehingga ledger atau catatan transaksi yang ada di jaringan blockchain-nya menjadi sedikit dan susah untuk dilacak.

Lelantus
Lelantus dapat dikatakan sebagai sebuah metode dengan teknik kriptografi yang paling sederhana yang mampu menyembunyikan nominal dan pihak-pihak yang terlibat di dalam sebuah transaksi tanpa melibatkan suatu trusted setup.

Metode ini merupakan pengembangan dari protokol Zerocoin dengan kombinasi teknik Confidential Transaction dan One-out-of-many Proofs. Peningkatan kinerja tersebut menjadikan Lelantus memiliki proof size 17 kali lebih kecil dibandingkan dengan proof size yang ada pada protokol asli Zerocoin yang membuat kinerja Lelantus setara dengan metode zk-SNARKs, namun dengan anonymity set size yang jauh lebih tinggi.

BERITA TERKAIT  Maling...! Rp4 Miliar Bitcoin dan Monero Pun Raib

Sebuah privacy coin dapat mengadopsi satu dari teknik-teknik tersebut di atas ataupun menggunakan kombinasi dari beberapa teknik yang dikenal dengan metode Hybrid.

Perlu untuk diketahui bahwa mekanisme-mekanisme tersebut dapat dikatakan relatif baru dan memungkinkan adanya kelemahan atau flaw yang belum terdeteksi.

Sebagai contoh pada November 2019, Ivan Bogatty yang pernah bekerja di Google sebagai seorang software engineer menemukan flaw pada MimbleWimble yang menurutnya tidak dapat diperbaiki yang membuat anonimitas 96 persen pengguna dalam jaringan tersebut dapat dibongkar.

Sebuah privacy coin bernama Beam kemudian menggunakan perpaduan antara MimbleWimble dan Lelantus untuk meningkatkan skala privasi Blockchain mereka.

Zero-knowledge proof juga memiliki kelemahan pada kinerja Blockchain yang sangat lambat dikarenakan proof size yang besar, yang membuat Zcoin (XZC), salah satu pengembang privacy coin kemudian mengembangkan protokol Lelantus. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO