Pasca 51 percent attack terhadap blockchain FIRO pada beberapa waktu lalu, fitur Lelantus sempat diaktifkan. Tapi kini, dipadamkan. Ada apa?

“Setelah sempat mengaktifkan kembali Lelantus pasca 51 percent attack yang terjadi pada privacy coin FIRO, core developer Firo kini mengaktifkan switch untuk menonaktifkan Lelantus lagi,” sebut Fahmi Almuttaqin, pegiat di Komunitas Kolektor Kripto Surabaya yang sangat fokus terhadap perkemmbanan privacy coin seperti FIRO.

Pasca 51 Percent Attack Terhadap Firo

Kata Fahmi, sebuah privacy coin membawa teknologi yang sangat serius karena, berbeda dengan Bitcoin yang telah dengan mudah dapat dilacak.

Privacy coin seperti Monero, Zcash dan Firo, mampu memastikan validitas dan verifikasi seluruh data pada blockchain-nya tanpa harus mengungkap jejak digital signature atau public key yang digunakan,” kata Fahmi dalam keterangannya hari ini, Senin (1/3/2021).

BERITA TERKAIT  Zcoin (XZC): Privacy Coin dengan Peluang Kenaikan Harga Berkali-kali Lipat

Lanjutnya, berbeda dengan Monero dan Zcash, teknologi anonimitas pada blockchain Firo— Lelantus—tidak memerlukan sebuah trusted setup, sehingga celah untuk anonimitas tersebut dapat diungkap menjadi tidak ada.

Firo Terkena Serangan 51 Persen, Fitur Baru Segera Ditambahkan

“Hal ini, oleh para ahli kriptografi telah diakui sebagai sebuah kemajuan yang pesat dalam bidang privacy coin, yang membuat privacy coin dengan kapitalisasi pasar terbesar seperti Monero pun, memasukkan teknologi Lelantus yang dikembangkan oleh Firo ini dalam rencana pengembangan protokol anonimitas mereka,” jelas Fahmi.

Beberapa saat setelah Lelantus diterapkan, blockchain Firo menghadapi sebuah serangan 51 percent attack yang cukup misterius.

Bisa dikatakan demikian karena, potensi reward dan risiko dari serangan tersebut sangat tidak sebanding.

BERITA TERKAIT  Berpacu demi Pajak: IRS Versus Pengembang Privacy Coin

Tujuan serangan tersebut, yang saat ini dirasa paling masuk akal menurut Fahmi adalah, alih-alih mendapatkan keuntungan jangka pendek melalui double spending, sang penyerang sepertinya lebih memiliki keinginan untuk menguasai jaringan blockchain Firo dan menjadi pemilik terbesar aset FIRO.

Di tirik itu bisa jadi untuk mengubah governance dari blockchain Firo yang sudah ada saat ini.

Memperhitungkan potensi ancaman dari pihak luar yang terjadi, tim Firo dari berbagai belahan dunia, khususnya core developer mereka telah mengambil status siaga satu untuk memonitor blockchain Firo, sehingga deteksi dini untuk setiap potensi percobaan serangan dapat dilakukan.

Menurut Reuben Yap, Project Steward Firo, aktivasi switch disable Lelantus tersebut disebabkan, karena terdapat beberapa pola transaksi pada Lelantus yang dirasa mencurigakan.

BERITA TERKAIT  [EKSKLUSIF] Reuben Yap: Privasi pada Blockchain Sangat Penting

Sebagai sebuah pengembang yang termasuk paling kenyang pengalaman dalam menghadapi serangan hacker, tim Firo memutuskan untuk melakukan investigasi lebih lanjut dengan memadamkan Lelantus untuk sementara waktu.

Penelitian: 99,9 Persen Transaksi Zcash Bisa Terlacak

Investigasi tersebut kemudian menjadi sebuah upaya investigasi gabungan antara Trail of Bits, sebagai auditor independen kriptografi Lelantus, beberapa ahli kriptografi dan black hat hacker untuk mengidentifikasi pola yang terjadi.

Mereka juga menggali secara mendalam untuk memverifikasi apakah temuan itu adalah inti dari permasalahan.

Diperkirakan analisis tersebut akan memakan waktu hingga 7 hari dan setelah itu Lelantus akan diaktifkan kembali. [red]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO