Bitcoin Halving 2020, Hugo Prasetyo: Harga Bitcoin Mungkin Tak Naik Sampai 30 Kali Lipat

3520

Bitcoin Halving 2020 adalah momen yang sangat dinantikan oleh segenap pengguna Bitcoin di seluruh dunia. Tingkat ketertarikan terhadap momen itu pun meningkat berdasarkan data dari Google Trends. Berikut pendapat Hugo Prasetyo, Pengajar Ekonomi dan Keuangan di Universitas Bina Nusantara mengenai momen yang akan jatuh pada Mei 2020 itu. Hugo juga adalah pegiat blockchain-aset kripto di Indonesia.


Menurut Anda, dengan harga Bitcoin saat ini sudah mencerminkan ketertarikan investor dan trader terhadap Raja Aset Kripto itu?
Menurut saya investor belum terlalu tertarik. Saya meramalkan, mungkin 2-3 bulan sebelum halving harga Bitcoin mulai akan bergerak lebih jelas.

Bitcoin halving tak lama lagi, pada Mei 2020. Menurut Anda, apakah harga Bitcoin bisa turun beberapa pekan sebelum halving?
Ada kemungkinam beberapa pekan sebelum halving harga Bitcoin akan turun, mengingat mendekati halving harga Bitcoin diperkirakan sudah naik banyak seperti momen halving sebelumnya pada tahun 2016.

BERITA TERKAIT  Bursa Aset Kripto Coinone Indonesia Tutup Layanannya

Berdasarkan riwayat halving sebelumnya, harga Bitcoin cenderung naik 3000 persen satu tahun setelah tanggal halving. Anda setuju dengan teori ini bisa berlaku pada halving ketiga nanti?
Menurut saya masih ada kemungkinan harga bisa naik 3000 persen. Sejarah mungkin akan berulang. Namun, mungkin juga tidak sampai 30 kali lipat.

Apa pendapat Anda tentang perdagangan Bitcoin di pasar derivatif (futures, options, perpetual swaps, CFD), apakah ini sanggup menekan volatilitas harga Bitcoin di pasar spot?
Perdagangan di pasar futures yang mulai marak berdasarkan pantauan saya, hal ini sangat berpengaruh terhadap volatilitas harga Bitcoin.

Dulu, sebelum ada perdagangan Bitcoin Futures, hanya bisa mendapatkan keuntungan ketika harga bergerak naik. Namun dengan Bitcoin Futures, keuntungan juga bisa diperoleh ketika harga naik ataupun turun. Oleh karena itulah kenaikan harga Bitcoin secara global lumayan tersendat.

Popularitas perdagangan aset kripto di pasar derivatif memang kian meningkat. Itu kan dimulai oleh Bitmex pada tahun 2017, lalu diikuti oleh pemain lain, seperti Binance, OKEx dan lain sebagainya. [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaMenyoal Masa Depan Ethereum 2.0
Berita berikutnyaIni 4 Kiat Sebelum Berinvestasi Bitcoin
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).