Rabu, 20 November 2019
Penelusuran

Vexanium - Hasil Pencarian

Jika Anda tidak puas dengan hasilnya, silakan melakukan pencarian lain

Vexanium Diajak untuk Memperkuat Sektor Pertanian Berbasis Blockchain

Teknologi blockchain berperan penting dalam mempermudah tata kelola lintas bagian dalam urusan bisnis. Hal tersebut diutarakan Edi Prio Pambudi, Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam acara Nodes Blockchain Summit, yang digelar di Mall Px Pavillion, Jakarta, (18/11). Acara tersebut diprakarsai oleh Vexanium dan merupakan rangkaian dalam Indonesia Blockchain Week 2019.

Soal Sayembara dApp Vexanium, Ini Kata CEO-nya, Danny Baskara

Vexanium (PT Wujudkan Mimpi Indonesia) menggelar sayembara pembuatan Decentralized App (dApp) di atas jaringan blockchain Vexanium. Berlangsung 13 November-31 Desember 2019, total hadiah yang direbut mencapai 2.000.000 VEX (US$89.714.428, @Rp44,86) per 19 November 2019. Berikut wawancara Blockchainmedia.id dengan Danny Baskara, Pendiri dan CEO Vexanium, Selasa (19/11/2019) melalui Telegram.

Edukasi Publik, Vexanium Selenggarakan Konferensi Teknologi Blockchain, 18 November Mendatang

Vexanium, perusahaan penyedia teknologi blockchain yang berbasis di Indonesia akan menyelenggarakan konferensi teknologi blockchain di Jakarta, 18 November 2019 mendatang. Vexanium menyasar kalangan mahasiswa agar lebih melek terhadap teknologi baru tersebut.

Kisah “Cuan” Block Producer Blockchain Vexanium

Untuk urusan penghasilan, BP Arthawijaya5 bisa meraup penghasilan (estimasi) hingga 4.200 VEX per hari (sekitar Rp200 ribuan). Dengan asumsi pengeluaran sewa VPS Rp200.000 per bulan, maka Artha Wijaya setidaknya bercuan bersih hingga Rp5.800.000 per bulan. Cuan ini tentu saja akan naik nilainya, jikalau harga VEX di pasar juga naik.

Oktober 2019, Vexanium Perkenalkan Teknologi Blockchain di 3 Kampus di Surabaya

Sebagai blockchain publik pertama di Indonesia, Vexanium ingin membuat perubahan besar di Indonesia dengan teknologi dan ekosistem blockchain yang terpadu. Langkah utama untuk mewujudkan misi itu adalah mendidik masyarakat tentang teknologi blockchain.

Blok Perdana Sudah Tiba, Vexanium Segera “Merdeka”

Vexanium, perusahaan rintisan yang berbasis di Indonesia, memulai babak barunya. Per 26 Juni 2019, blockchain Vexanium sudah memulai Genesis Block (Blok Perdana). Secara bertahap, 1 Juli 2019 hingga 31 Juli 2019, Vexanium mengalihkan teknologi blockchain-nya dari Achain. Setelah rampung, kelak kripto VEX berjalan independen sepenuhnya di blockchain Vexanium sendiri, yang mengusung algoritma konsensus dPoS (Delegated Proof of Stakes).

Jumat Ini Blockchain Vexanium Testnet Diluncurkan

Kepada Blockchainmedia.id, CEO Vexanium Danny Baskara memastikan pihaknya akan meluncurkan Blockchain Vexanium versi testnet pada Jumat, (19/04). Dalam tahapan ujicoba ini, kata Danny, pengguna dapat merasakan teknologi blockchain yang ia dan tim kembangkan beberapa bulan terakhir.

Danny Baskara Pastikan Vexanium Bikin Blockchain Sendiri

CEO Vexanium, Danny Baskara memastikan bahwa Vexanium akan membangun blockchain sendiri. Dengan memiliki blockchain sendiri, Danny berjanji akan menawarkan layanan-layanan lain yang lebih baik bagi pengguna Vexanium.

Demi Mainnet, Vexanium Tuntut Ilmu Sampai ke Negeri Tiongkok

Demi menunjukkan keseriusannya membangun mainnet sendiri, Vexanium mengirim empat orang developernya belajar ke Tiongkok, di kantor pusat Achain di Beijing. Danny berpendapat, Negeri Tirai Bambu itu sangat hebat perihal perkembangan teknologi blockchain, dan berada satu-dua tahun lebih maju dibanding Indonesia.

Alasan Vexanium “Goes to Main Net”

Dengan Vexanium masuk main net, seperti Aurora, akan lebih mudah bagi mereka bermanuver, khususnya dalam memenetukan jumlah gas di ekosistem mereka. Ini akan berdampak pula pada peningkatan jumlah penggunaan token Vex dan ACT untuk berinteraksi dengan DApp lainnya. Vexanium melangkah maju. Itu harus kita dukung bersama untuk kemajuan Achain dan Vexanium